Senin, 02 Juli 2012

Tips Agar Mandi Tak Menghilangkan Kelembaban Kulit


 
Anggapan bahwa mandi bisa menghilangkan kelembaban kulit atau membuat kulit kering, tak harus ditanggapi dengan mengurangi jadwal mandi Anda. Anda tetap perlu mandi secara teratur dua kali sehari, dengan cara tepat.

Begitu pun dengan kebiasaan scrubbing. Perawatan kulit ini tak harus Anda tinggalkan karena khawatir kelembaban kulit menghilang.

Agar mandi atau pembersihan tubuh lainnya tak menghilangkan kelembaban kulit, sebaiknya pilih produk dan lakukan perawatan tubuh secara tepat.

Dokter spesialis kulit, dr Abraham Arimuko, SpKK menjelaskan mandi dengan cara benar tak membuat kulit kering. Baik dari cara menggunakan sabun mandi, penggunaan air dan cara membilas tubuh dari sisa sabun.

Menurutnya, mandi bisa menyebabkan kulit kering jika Anda menggosok tubuh terlalu kuat dengan sabun. Penggunaan air yang terlalu panas juga bisa menyebabkan kulit kering setelah mandi.

"Sebaiknya pakai air dengan kehangatan sesuai suhu tubuh. Selain juga pilih produk pembersih yang memiliki pengganti pelembab tubuh alami tapi juga memiliki kemampuan membersihkan," tuturnya di sela peluncuran produk perawatan tubuh di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Cara membilas sabun dengan air saat mandi juga memengaruhi kelembaban kulit. Tubuh yang masih terasa licin setelah pemakaian sabun dianggap tak cukup bersih, sehingga pembilasan dengan air terus menerus dilakukan.

"Biasanya setelah pakai sabun tubuh terasa licin. Nah, kebiasaan yang bisa membuat kulit kering adalah ketika Anda terus membilas tubuh dengan air untuk menghilangkan sisa sabun yang terasa licin di tubuh, padahal Anda tak harus membersihkan tubuh dengan air hingga tubuh terasa kesat. Sebaiknya biarkan rasa licin itu tetap ada, namun pastikan tak ada sisa sabun yang menempel di tubuh," jelasnya.

Untuk menjaga kelembaban setelah mandi, dr Ari menyarankan selalu menggunakan pelembab. Penggunaan pelembab penting dilakukan setelah mandi, juga setelah scrubbing. Bahkan tak ada salahnya merawat tubuh dengan mengaplikasikan pelembab jelang tidur malam.

etika makan dalam islam

Etika Sebelum Makan
Etika sebelum makan adalah sebagai berikut :
1.      Makanan dan minumannya halal, bersih dari kotoran-kotoran haram, dan syubhat, karena Allah Ta’ala berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian.” (Al Baqarah 172).
Yang dimaksud rizki yang baik ialah halal yang tidak ada kotoran di dalamnya.
2.      Ia meniatkan makanan dan minumannya untuk menguatkan ibadahnya kepada Allah Ta‘ala, agar ia diberi pahala karena apa yang ia makan, dan ia minum. Sesuatu yang mubah jika diniatkan dengan baik, maka berubah statusnya menjadi ketaatan dan seorang Muslim diberi pahala karenanya.
3.      Ia mencuci kedua tangannya sebelum makan jika keduanya kotor, atau ia tidak dapat memastikan kebersihan keduanya.
4.      Ia meletakkan makanannya menyatu di atas tanah, dan tidak di atas meja makan, karena cara tersebut lebih dekat kepada sikap tawadlu’, dan karena ucapan Anas bin Malik ra,
“Rasulullah saw. pernah makan di atas meja makan atau di piring.” (HR Bukhari).
5.      Ia duduk dengan tawadlu dengan duduk berlutut, atau duduk di atas kedua tumitnya, atau menegakkan kaki kanannya dan ia duduk di atas kaki kirinya, seperti duduknya Rasulullah saw., karena Rasulullah saw. bersabda,
“Aku tidak makan dalam keadaan bersandar, karena aku seorang budak yang makan seperti makannya budak, dan aku duduk seperti duduknya budak.” (HR Bukhari).
6.      Menerima makanan yang ada, dan tidak mencacatnya, jika ia tertarik kepadanya maka ia memakannya, dan jika ia tidak tertarik kepadanya maka ia tidak memakannya, karena Abu Hurairah ra berkata,
“Rasulullah saw. tidak pernah sekali pun mencacat makanan, jika beliau tertarik kepadanya maka beliau memakannya, dan jika beliau tidak tertarik kepadanya maka beliau meninggalkannya.” (HR Abu Daud).
7.      Ia makan bersama orang lain, misalnya dengan tamu, atau istri, atau anak, atau pembantu, karena Rasulullah saw. bersabda,
“Berkumpullah kalian di makanan kalian niscaya kalian diberi keberkahan di dalamnya.” (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi yang men-shahih-kannya).

Etika ketika sedang Makan
Di antara etika sedang makan ialah sebagai berikut:
1.      Memulai makan dengan mengucapkan basmalah, karena Rasulullah saw. bersabda,
“Jika salah seorang dari kalian makan, maka sebutlah nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa tidak menyebut nama Allah, maka hendaklah ia menyebut nama Allah Ta‘ala pada awalnya dan hendaklah ia berkata, Dengan nama Allah, sejak awal hingga akhir.”
(HR Abu Daud dan At-Tirmidzi yang menshahih- kannya).
2.      Mengakhiri makan dengan memuji Allah Ta‘ala, karena Rasulullah saw. bersabda,
“Barangsiapa makan makanan, dan berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang memberi makanan ini kepadaku, dan memberikannya kepadaku tanpa ada daya dan upaya dariku’, maka dosa-dosa masa lalunya diampuni.” (Muttafaq Alaih).
3.      Ia makan dengan tiga jari tangan kanannya, mengecilkan suapan, mengunyah makanan dengan baik, makan dari makanan yang dekat dengannya (pinggir) dan tidak makan dari tengah piring, karena dalil-dalil berikut Rasulullah saw. bersabda kepada Umar bin Salamah,
“Hai anak muda, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari makanan yang dekat denganmu (pinggir).” (Muttafaq Alaih).
4.      “Keberkahan itu turun di tengah makanan. Maka oleh karena itu, makanlah dari pinggir-pinggirnya, dan janqan makan dari tengahnya.” (Muttafaq Alaih).
5.      Mengunyah makanan dengan baik, menjilat piring makanannya sebelum mengelapnya dengan kain, atau mencucinya dengan air, karena dalil-dalil berikut: Rasulullah saw. bersabda,
“Jika salah seorang dari kalian makan makanan, maka ia jangan membersihkan jari-jarinya sebelum ia menjilatnya.” (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi yang men-shahih-kannya).
Ucapan Jabir bin Abdullah ra bahwa Rasulullah saw. memerintahkan menjilat jari-jari dan piring. Beliau bersabda,
“Sesungguhnya kalian tidak mengetahui di makanan kalian yang mana keberkahan itu berada.” (HR Muslim).
6.      Jika ada makanannya yang jatuh, ia mengambil dan memakannya, karena Rasulullah saw. bersabda,
“Jika sesuap makanan kalian jatuh, hendaklah ia mengambilnya, membuang kotoran daripadanya, kemudian memakan sesuap makanan tersebut, serta tidak membiarkannya dimakan syetan.” (HR Muslim).
7.      Tidak meniup makanan yang masih panas, memakannya ketika telah dingin, tidak bernafas di air ketika minum, dan bernafas di luar air hingga tiga kali, karena dalil-dalil berikut: Hadits Anas bin Malik ra berkata,
“Rasulullah saw. bernafas di luar tempat minum hingga tiga kali.” (Muttafaq Alaih).
Hadits Abu Said Al- Khudri ra, bahwa Rasulullah saw. melarang bernafas di minuman. (HR At-Tirmidzi yang men-shahih-kannya). Hadits lbnu Abbas ra bahwa Rasulullah saw. melarang bernafas di dalam minuman, atau meniup di dalamnya. (HR At-Tirmidzi yang men-shahih-kannya).
8.      Menghindari kenyang yang berlebih-lebihan, karena Rasulullah saw., bersabda,
“Anak Adam tidak mengisi tempat yang lebih buruk daripada perutnya. Anak Adam itu sudah cukup dengan beberapa suap yang menguatkan tulang punggungnya. Jika ia tidak mau (tidak cukup), maka dengan seperti makanan, dan dengan seperti minuman, dan sepertiga yang lain untuk dirinya.” (HR Ahmad, Ibnu Majah, dan Al-Hakim. Hadits ini hasan).
9.      Memberikan makanan atau minuman kepada orang yang paling tua, kemudian memutarnya kepada orang-orang yang berada di sebelah kanannya dan seterusnya, dan ia menjadi orang yang terakhir kali mendapatkan jatah minuman, karena dalil-dalil berikut: Sabda Rasulullah saw.,
“Mulai dengan orang tua. Mulailah dengan orang tua.” Maksudnya, mulailah dengan orang-orang tua. Rasulullah saw. meminta izin kepada Ibnu Abbas untuk memberi makanan kepada orang-orang tua di sebelah kiri beliau, sebab Ibnu Abbas berada di sebelah kanan beliau, sedang orang-orang tua berada di sebelah kiri beliau. Permintaan izin Rasulullah saw. kepada Ibnu Abbas untuk memberikan makanan kepada orang-orang tua di sebelah kiri beliau itu menunjukkan bahwa orang yang paling berhak terhadap minuman ialah orang yang duduk di sebelah kanan. Sabda Rasulullah saw., “Sebelah kanan, kemudian sebelah kanan.” (Muttafaq Alaib).
“Pemberi minuman ialah orang yang paling akhir meminum.”
10.  Ia tidak memulai makan, atau minum, sedang di ruang pertemuannya terdapat orang yang lebih berhak memulainya, karena usia atau karena kelebihan kedudukannya, karena hal tersebut melanggar etika, dan menyebabkan pelakunya dicap rakus. Salah seorang penyair berkata, Jika tangan-tangan dijulurkan kepada perbekalan, Maka aku tidak buru-buru mendahului mereka, sebab orang yang paling rakus ialah orang yang paling buru-buru terhadap makanan.
11.  Tidak memaksa teman atau tamunya dengan berkata kepadanya, ‘silakan makan’, namun ia harus makan dengan etis (santun) sesuai dengan kebutuhannya tanpa merasa malu-malu, atau memaksa diri malu-malu, sebab hal tersebut menyusahkan teman atau tamunya, dan termasuk riya’, padahal riya’ itu diharamkan.
12.  Ramah terhadap temannya ketika makan bersama dengan tidak makan lebih banyak dari porsi temannya, apalagi jika makanan tidak banyak, karena makan banyak dalam kondisi seperti itu termasuk memakan hak (jatah) orang lain.
13.  Tidak melihat teman-temannya ketika sedang makan, dan tidak melirik mereka, karena itu bisa membuat malu kepadanya. Ia harus menahan pandangannya terhadap wanita yang makan di sekitarnya, dan tidak mencuri-curi pandangan terhadap mereka, karena hal tersebut menyakiti mereka membuat mereka marah dan ia pun mendapat dosa karena perbuatannya tersebut.
14.  Tidak mengerjakan perbuatan-perbuatan yang dipandang tidak sopan oleh masyarakat setempat. Misalnya, ia tidak boleh mengibaskan tangannya di piring, tidak mendekatkan kepalanya ke piring ketika makan agar tidak ada sesuatu yang jatuh dari kepalanya ke piringnya, ketika mengambil roti dengan giginya ia tidak boleh mencelupkan sisanya di dalam piring, dan tidak boleh berkata jorok, sebab hal ini mengganggu salah satu temannya, dan mengganggu seorang Muslim itu haram hukumnya.
15.  Jika ia makan bersama orang-orang miskin, ia harus mendahulukan orang miskin tersebut. Jika ia makan bersama saudara-saudaranya, ia tidak ada salahnya bercanda dengan mereka dalam batas-batas yang diperbolehkan. Jika ia makan bersama orang yang berkedudukan, maka ia harus santun, dan hormat terhadap mereka.

Etika Setelah Makan
Di antara etika setelah makan ialah sebagai berikut:
1.      Ia berhenti makan sebelum kenyang, karena meniru Rasulullah saw. agar ia tidak jatuh dalam kebinasaan, dan kegemukan yang menghilangkan kecerdasannya.
2.      Ia menjilat tangannya, kemudian mengelapnya, atau mencucinya. Namun mencucinya lebih baik.
3.      Ia mengambil makanan yang jatuh ketika ia makan, karena ada anjuran terhadap hal tersebut, dan karena itu adalah bagian dari syukur atas nikmat.
4.      Membersihkan sisa-sisa makanan di gigi-giginya, dan berkumur untuk membersihkan mulutnya, karena dengan mulutnya itulah ia berdzikir kepada Allah Ta‘ala, berbicara dengan saudara-saudaranya, dan karena kebersihan mulut itu memperpanjang kesehatan gigi.
5.      Memuji Allah Ta‘ala setelab ia makan, dan minum. Ketika ia minum susu, ia berkata,
“Ya Allah, berkahilah apa yang Engkau berikan kepada kami, dan tambahilah rizki-Mu (kepada kami)”.
Jika berbuka puasa di tempat orang, ia berkata,
“Orang-orang yang mengerjakan puasa berbuka puasa di tempat kalian, orang-orang yang baik memakan makanan kalian, dan semoga para malaikat mendoakan kalian.

Sabtu, 30 Juni 2012

contoh kasus dalam keluarga dan solusinya

Nama : Barbie
Usia : 17 tahun
Terabaikan Saat Orang Tua Sibuk Dengan Pekerjaan
Panggil saja namanya “Barbie”. Dia merasa kurang diperhatikan Mamanya. Karena Mamanya seorang wanita karier yang banyak menghabiskan waktu dengan pekerjaan dari pagi bahkan sampai malam hari.
Barbie yang usianya baru 17 tahun ini bercerita saat Mamanya pulang kerja tak jarang dia hanya diabaikan bahkan dimarahi karena Mamanya terlalu lelah dengan urusan pekerjaan yang kadang masalah pekerjaan saja Mamanya dibawa-bawa kerumah. Jadinya ada atau pun tidak ada Mamanya dirumah, Barbie tetap merasa sendiri. Yang paling parah Barbie berpikir seperti ini  “Ah tau kayak gini mending gua gak usah dilahirkan!” begitu ungkapnya. 
Barbie juga mengungkapkan ;“Mom, aku cuma mau sebelum aku yang mati duluan atau Mom yang ninggalin aku, ada momen yang bisa selalu aku ingat”. 
Fasilitas lengkap, banyak teman, dan besarnya nominal uang jajan setiap bulan tetap tidak akan sebanding dengan perhatian Mama. Namun sepertinya saat ini, saat emansipasi telah dijunjung tinggi tidak sedikit Ibu-ibu yang memilih menjadi pekerja kantoran ketimbang Ibu rumah tangga. Alasannya mungkin karena “Sayang dong, udah sekolah tinggi tapi cuma jadi Ibu rumah tangga dan ngurus rumah aja!”. 
Latar belakangnya, antara lain :
1. Orang tua yang terlalu sibuk karena pekerjaan atau tugas-tugas lain, sehingga tidak sempat meluangkan waktunya untuk anak.
2. Orang tua (ayah dan ibu) harus berpisah karena tugas atau bahkan mungkin karena bercerai sehingga anak harus ikut salah satunya.
Sumber sebab dari kasus di atas, antara lain :
1. Mama barbie terlalu sibuk dengan karir, sehingga barbie kurang diperhatikan.
2. Mamanya tidak dapat membagi waktu untuk karir dan anak.
3. Mamanya kurang menyadari akan kebutuhan psikis anak.
4. Mama barbie bersikap acuh tak acuh terhadap barbie.
Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah :
1. Diperlukan kesabaran orang tua untuk memenuhi mengadakan pendekatan pada anak.
2. Luangkan waktu walaupun hanya sedikit untuk selalu memperhatikan kebutuhan anak (terutama kasih sayang).
3. Adakan acara-acara keluarga yang dapat menunjukan perhatian dan kasih sayang pada anak misal makan bersama, rekreasi bersama dll. Selain itu wujud perhatian orang tua itu bisa ditunjukkan dengan hal yang sederhana, misalnya dengan mendengarkan anak bercerita.
4. Memberikan pemahaman pada anak bahwa setiap orang tua pasti mencintai anaknya, karena setiap anak lahir karena cinta. Orang tua sibuk bekerja meninggalkan kita,bukan berarti  tidak sayang kepada kita. Yang dilakukan orang tua  adalah wujud cinta dan kasih sayang yang diberikan untuk ank-anak.
5. Orang tua juga harus memahami bahwa cinta tidak hanya dapat diukur dengan materi tetapi lebih dengan kedekatan orang tua dan anak2. 
6. Memberikan motivasi pada anak untuk melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan sehinggbisa menjadi kebanggaan orang tua.

faktor penyebab peserta didik membolos

Keinginan bolos sekolah ini bermacam-macam. Ada yang sekadar menghilangkan rasa suntuk karena pelajaran di sekolah atau lagi punya masalah pribadi yang membuat ngga konsen belajar.

“Gurunya membuat BT, kayak ngedongeng, belum lagi kalau sudah marah, tambah puyeng,” begitulah alasan untuk bolos yang diungkapkan kebanyakan murid.

Kebiasaan bolos sekolah itu banyak faktor penyebab. Di mana tidak semuanya karena kenakalan siswa. Ada beberapa faktor yang menyebabkan siswa minggat dari sekolah, di antaranya karena merasa bosan dengan gaya mengajar dari guru. Karena biasanya, jika guru berhasil membangun suasana belajar yang menarik bagi siswanya, maka senakal apa pun, siswa tersebut, maka dia akan menunggui guru tersebut. Berbeda dengan guru-guru yang sudah menakutkan bagi siswa mulai dari gaya mengajar, cara menghadapi siswa hingga kelas yang menoton.

Ada memang yang bolos karena gurunya gagal membuat suasana menarik di kelas, sehingga membuat siswa bosan dan mencoba mencari suasana berbeda di luar sekolah,

Penyebab lain adalah adanya masalah pribadi baik dengan orang tua, pacar, maupun dengan teman-teman. Biasanya, masalah ini membuatnya tidak konsentrasi.

Namun, bolos sekolah juga dilakukan siswa karena pengaruh dari teman-teman. Karena masa remaja, pengaruh teman-teman yang disebut dengan konvernitas sangat besar. Bahkan, nilai yang dibawa dari rumah bisa hilang karena konvernitas tadi.

Sebenarnya, hal ini wajar karena memang pada masa ini, teman merupakan salah satu penentu karakter bagi remaja setelah orang tua.

Secara psikologis, ini menyebabkan pengaruh teman bisa lebih menentukan dibandingkan orang tua. Apalagi bila perhatian dari orang tua minim. Maka remaja akan lari dengan teman-temanya sebagai teman curhat.

Jika teman-teman yang dipilihnya yang dapat memberikan nilai positif itu tidak ada masalah. Tapi jika teman yang dipilihnya adalah yang berpengaruh negatif, maka karakternya akan terbentuk di sana. Untuk itu, guru-guru harus mengevaluasi sebab bolosnya siswa mereka. Apakah disebabkan karena siswanya atau karena suasana belajar di sekolah.

Selain itu, perlu perhatian dan kontrol dari ortu, tapi tidak dengan cara mengekangnya.

Kamis, 28 Juni 2012

tanaman hias cantik dan unik






5 Gangguan Kesehatan Wanita Wajib Diwaspadai


Restika Ayu Prasasty - Okezone
SAMA halnya dengan pria, wanita begitu rentan dengan berbagai penyakit. Namun, ada beberapa penyakit umum yang biasanya perlu diwaspadai kaum hawa. Apa sajakah itu?

Berurusan dengan masalah kesehatan memang perlu diprioritaskan, terutama wanita yang memiliki ancaman gangguan kesehatan lebih kompleks. Untuk itu, mengetahui ancaman penyakit yang rentan menyerang menjadi solusinya. Berikut ini lima masalah kesehatan yang biasanya menyerang wanita, seperti dilansir Sheknows.

Penyakit hati
Penyakit hati bertanggung jawab atas sekira 29 persen kematian pada wanita (menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat). Angkanya cukup tinggi, terutama karena tanda dan gejala penyakit salah didiagnosis pada pasien wanita (penelitian mulai menunjukkan bahwa gejala penyakit hati pada wanita berbeda dari pria). Penyakit hati biasanya disebabkan karena obesitas, stres, diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Jika tidak diobati, penyakit ini dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Kanker payudara
Bertanggung jawab terhadap 1 persen kematian pada wanita di seluruh dunia. Kanker payudara menjadi masalah serius yang memengaruhi setiap wanita. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sementara dokter semakin baik dalam mengobati penyakit ini, jumlah wanita yang terserang penyakit ini juga meningkat. Sebagian besar kanker payudara disebabkan faktor gaya hidup. Sekarang ini banyak wanita yang menunda menikah, menunda memiliki anak, bahkan tidak mau punya anak, kelebihan berat badan, dan stres.

Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)
Memengaruhi 10 persen usia reproduksi wanita. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya kista kecil pada ovarium selama ovulasi. Kista ini dapat mengganggu, menyebabkan nyeri, infeksi, merusak rahim, dan kesuburan wanita. Wanita dengan PCOS juga lebih rentan terhadap kenaikan berat badan, haid menjadi tidak normal, jerawat, dan pertumbuhan rambut berlebih.

Osteoporosis
Osteoporosis mengancam pria dan wanita, namun lebih banyak mengancam kesehatan wanita. Osteoporis memengaruhi kekuatan dan kelenturan tulang, dapat menyebabkan fraktur dan patah tulang di kemudian hari. Penyakit ini disebabkan oleh usia, ras (Kaukasia dan Asia memiliki risiko tertinggi terkana penyakit ini), konsumsi makanan yang rendah kalsium atau vitamin D, merokok, dan mengonsumsi alkohol yang berlebihan. Namun osteoporosis dapat dicegah.

Depresi
Penyakit ini memengaruhi sekira 50 persen lebih wanita daripada pria. Depresi terutama terjadi akibat perubahan hormonal (misalnya, depresi postpartum yang berkembang pasca-kehamilan) atau faktor gaya hidup (merasa terpisah dari orang yang dicintai, riwayat penyakit keluarga, atau penyalahgunaan zat). Depresi juga dapat dipicu oleh hidup yang penuh stres, dilecehkan ketika kecil, atau diabaikan. (ind) (tty)

Kiat Bergaul antara Laki-laki dan Perempuan



Allah SWT tidak melarang suatu perbuatan apa pun melainkan untuk kebaikan dan kemuliaan kita, untuk menjauhkan kita dari kerugian, bahkan untuk melindungi kita dari kehinaan dan kenistaan. Termasuk larangan untuk mendekati zina misalnya, "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra [17] : 32).
Bukan jangan berzina, tapi jangan mendekati zina. Dengan kata lain, mendekati zina saja dilarang, apalagi berzina. Bagaimana cara untuk tidak mendekati zina? Hal ini tentu akan sangat berkaitan dengan bagaimana cara bergaul antara laki-laki dan perempuan. Berikut ini kiat bergaul antara laki-laki dan perempuan yang bisa kita amalkan baik di sekolah, kampus, kantor, atau di mana pun kita berada.
1.      Menutup Aurat. "Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu dan anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita mukminah, Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka,....." (QS. Al-Ahzab [33] : 59).
Termasuk bagian dari penyempurnaan menutup aurat adalah menggunakan pakaian yang longgar (tidak ketat), tidak menggunakan kain yang transparan atau tipis, model dan warna pakaian pun sebaiknya tak terlalu menarik perhatian laki-laki, juga tak berlebihan dalam menggunakan wewangian.
2.      Menundukkan Pandangan. "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (QS. An-Nuur [24] : 30). "Katakanlah kepada wanita yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya..." (QS. An-Nuur [24] : 31).
3.      Tegas dalam Berbicara. "Hai istri-istri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik..." (QS. Al-Ahzab [33] : 32).
4.      Menjaga Jarak; Tidak Bersentuhan.Telah berkata Aisyah RA, "Demi Allah, sekali-kali dia (Rasul) tidak pernah menyentuh tangan wanita (bukan mahram) melainkan dia hanya membai'atnya (mengambil janji) dengan perkataaan."(HR. Bukhari dan Ibnu Majah).
5.      Tidak Berikhtilath (Berdua-duaan). "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah seorang laki-laki sendirian dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya.Karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaitan." (HR. Ahmad).
Laki-laki dan perempuan harus menutup aurat dan menjaga pandangan, tapi menjaga aurat lebih diutamakan bagi wanita, sedangkan menjaga pandangan lebih diutamakan bagi laki-laki.Bila para wanita menutup aurat dengan baik, mudah-mudahan upaya tersebut bisa membantu kaum lelaki yang belum mampu mengendalikan diri agar lebih terjaga pandangannya. Sebaliknya, bila kaum lelaki senantiasa menjaga pandangannya, walau ada wanita yang kurang sempurna menutup auratnya, maka Insya Allah akan lebih mudah dalam mengendalikan diri.